Sabtu, 28 April 2012

UJIAN AKHIR SEMESTER 3


UJIAN AKHIR SEMESTER 3
Diajukan Untuk Memenuhi  Ujian  Mata Kuliah
“Model dan Strategi Pembelajaran PAI”








Dosen Pengampu :
Drs. Sutiyono.M.M


Oleh :
                                          Evi Fitriyani            : D71210138

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
2012
1.     Kondisi pembelajaran merupakan salah satu faktor yang penting dalam pembelajaran.
a.        Jelaskan apa yang di maksud dengan kondisi pembelajaran!
Jawab :
Kondisi pembelajaran adalah suatu keadaan yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa. Definisi yang lain tentang kondisi pembelajaran adalah suatu keadaan yang mana terjadi aktifitas pengetahuan dan pengalaman melalui berbagai proses pengolahan mental. Kondisi pembelajaran juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang harus dialami siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar. Gagne dalam bukunya “condition of learning” (1977) menyatakan “The occurence of learning is inferred from a difference in human being’s performance before and after being placed in a learning situation”. Dengan kata lain ia menyatakan bahwa kondisi pembelajaran adalah suatu situasi belajar (learning situation) yang dapat menghasilkan perubahan perilaku (performance) pada seseorang setelah ia ditempakan pada situasi tersebut. Kondisi atau situasi yang memungkinkan terjadinya proses belajar harus dirancang dan dipertimbangkan terlebih dahulu oleh perancang atau guru
Kondisi pembelajaran adalah suatu keadaan yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa. Dalam proses belajar, apabila seseorang tidak mendapatkan suatu peningkatan kualitas dan kuantitas kemampuan, maka orang tersebut sebenarnya belum mengalami  proses belajar atau dengan kata lain ia mengalami kegagalan di dalam proses belajar. Beberapa faktor juga mempengaruhi kondisi belajar, eksternal dan internal. Faktor tersebut harus diperhatikan secara seksama bila ingin tercipta kondisi pembelajaran yang optimal.
Dengan kata lain, ilmu yang didapat atau informasi belajar yang diterima tergantung dari bagaimana kondisi belajarnya, maka dari itu kondisi belajar sangat penting dalam suatu aktivitas belajar.
Dalam proses belajar, apabila seseorang tidak mendapatkan suatu peningkatan kualitas dan kuantitas kemampuan, maka orang tersebut sebenarnya belum mengalami  proses belajar atau dengan kata lain ia mengalami kegagalan di dalam proses belajar.
Bila pendidikan diibaratkan dengan sebuah pabrik,maka pabrik tersebut bila ingin menghasilkan produk yang berkualitas dimulainya dengan memasok bahan baku yang berkualitas pula,dengan alasan semakin baik bahan bakunya akan semakin baik pula kualitas output-nya. Belajar yang efektif dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai.
Menurut Robert. M. Gagner, ada dua kondisi belajar siswa, pertama, kondisi belajar internal, Kondisi internal (internal condition) adalah kemampuan yang telah ada pada diri individu sebelum ia mempelajari sesuatu yang baru dengan kata lain berarti kondisi yang mempengaruhi belajar siswa yang ditimbulkan oleh mereka sendiri, seperti motivasi belajar, keadaan psikologis, fikiran dan sebagainya. Kedua, kondisi belajar eksternal, yaitu kondisi belajar yang ditimbulkan dari luar diri mereka, dalam hal ini adalah lingkungan belajar siswa. Kondisi eksternal adalah peristiwa khusus dan unik yang memungkinkan belajar (Gagne, 1985), untuk meningkatkan prestasi belajar yang baik perlu diperhatikan kondisi internal dan eksternal. Khususnya peristiwa yang mengandung stimulus yang ada di luar diri pembelajar. Seperti penjadwalan,pengurutan dan organisasi penyajian.
·       Kondisi internal adalah kondisi atau situasi yang ada dalam diri siswa :
1.     Faktor Jasmani,meliputi faktor kesehatan, kebugaran tubuh, siswa yang badannya sehat akan lebih baik hasil belajarnya dari siswa yang sakit. Begitu juga sangat berpengaruh kesempurnaan dan kelengkapan indra ( penglihatan, pendengaran, serta kelengakapan anggota fisik lainnya).
2.     Faktor Psikolgis, diantaranya yang sangat berpengaruh adalah intelegensia, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan , kesiapan, dan kelelahan.
·       Kondisi eksternal adalah kondisi yang ada di luar diri pribadi siswa:
1.     Keluarga
Di dalam keluarga yang menjadi penanggung jawab adalah orang tua,sikap orang tua di dalam keluarga sangat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Sikap orang tua yang otoriter, demokratis sangat berpengaruh bagi perkembangan anak. Karena itu rumah tangga sangat berpengaruh bagi perkembangan pribadi anak.
2.     Faktor sekolah
Faktor sekolah juga tidak kalah pentingnya di dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang baik meliputi guru, sarana, fasilitas, kurikulum, disiplin, lingkungan sekolah hubungan guru dengan siswa, hubungan sekolah dengan orang tua siswa, dan lain sebagainya.
§  Guru
Guru adalah orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang bertanggung jawab dalam membantu anak dalam mencapai kedewasaan masing-masing. Guru dalam pengertian tersebut bukan sekedar berdiri didepan kelas untuk menyampaikan materi atau pengetahuan tertentu, akan tetapi dalam keanggotaan masyarakat yang harus aktif dan berjiwa bebas serta kreatif dalam mengarahkan perkembangan anak didiknya untuk menjadi anggota masyarakat sebagai orang dewasa. Guru juga harus bisa juga menciptakan suasana dalam kelas agar terjadi interaksi belajar mengajar yang dapat memotivasi sesuai untuk belajar dengan baik dan sungguh-sungguh.
§  Sarana Kelas / Sekolah
Perencanaan dalam membangun sebuah gedung untuk sebuah sekolah berkenaan dengan jumlah dan luas setiap ruangan, letak dan dekorasinya yang harus disesuaikan dengan kurikulum yang dipergunakan. Akan tetapi karena kurikulum selalu dapat berubah. Sedang ruangan atau gedung bersifat permanen, maka diperlukan kreativitas dalam mengatur pendayagunaan ruang / gedung yang bersedia berdasarkan kurikulum yang dipergunakan. Dalam konteks ini kepandaian guru dalam pengelolaan kelas sangat dibutuhkan.
§  Kurikulum
Kurikulum kaitannya dengan pengelolaan kelas seperti pengertian diatas haruslah di rancang sebagai jumlah pengalaman edukatif yang menjadi tanggung jawab sekolah dalam membantu anak-anak mencapai tujuan pendidikannya, yang diselenggarakan secara berencana dan terarah serta terorganisir, karena kegiatan kelas bukan sekedar dipusatkan pada penyampaian sejumlah materi pelajaran atau pengetahuan yang bersifat intelektualistik, akan tetapi juga memperhatikan aspek pembentukan pribadi, baik sebagai makhluk individual dan makhluk sosial maupun sebagai makhluk yang bermoral.
§  Disiplin
Dalam arti luas disiplin mencakup setiap macam pengaruh yang ditunjukkan untuk membantu peserta didik agar dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan juga penting tentang cara menyelesaikan tuntutan yang mungkin ingin ditujukan peserta didik terhadap lingkungannya. Suatu keuntungan lain dari disiplin adalah peserta didik hidup dengan pembiasaan yang baik positif dan bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya.  Disekolah disiplin banyak digunakan untuk mengontrol tingkah laku peserta didik yang dikehendaki agar tugas-tugas disekolah dapat berjalan dengan optimal.
3.     Faktor masyarakat
Karena peserta didik hidup berkecimpung di tengah  - tengah masyarakat,maka lingkungan masyarakat sangat berpengaruh bagi peserta didik.
Berdasarkan pendapat Gagner diatas, maka kita dapat menyiasati kondisi belajar itu agar dapat berpengaruh positif pada siswa dan tidak menimbulkan kejenuhan, diantaranya melalui langkah –langkah berikut :
1.      Pemberian motivasi
Peranan guru yang sangat mendasar adalah membangkitkan motivasi dalam diri peserta didiknya agar semakin aktif belajar. Ada dua jenis motivasi, yakni motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik, ialah motivasi atau dorongan serta gairah yang timbul dari dalam peserta didik itu sendiri, misalnya ingin mendapat manfaat praktis dari pelajaran, ingin mendapat penghargaan dari teman terutama dari guru, ingin mendapat nilai yang baik sebagai bukti “mampu berbuat”. Motivasi ekstrinsik mengacu kepada faktor-faktor luar yang turut mendorong munculnya gairah belajar, seperti lingkungan sosial yang membangun dalam kelompok, lingkungan fisik yang memberi suasana nyaman, tekanan, kompetisi, termasuk fasilitas belajar yang memadai dan membangkitkan minat.
2.      Menciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan
Suasana belajar yang menyenangkan dapat diciptakan oleh guru diantarnya menghindarkan suasana kaku, tegang apalagi menakutkan dalam belajar, menyisipkan humor-humor yang segar dan mendidik, tidak memberikan soal-soal yang terlalu sukar, dan lain-lain.
3.      Membuat Lingkungan Belajar yang Menggairahkan
Lingkungan belajar yang menyenangkan dapat mempengaruhi sikap belajar siswa. Ciptakan suasana kelas yang nyaman, meja belajar dihiasi dengan sesuatu yang menyegarkan dan memberi semangat kepada siswa, dinding kelas ditempeli dengan gambar-gambar atau hiasan-hiasan yang mereka minati.
4.      Mengadakan refreshing
Untuk menghilangkan rasa jenuh, bosan dan penat dalam belajar, siswa diberikan suasana  refreshing, caranya bisa dengan menyertakan musik dalam ruangan belajar, memberikan permainan-permainan simulasi-simulasi yang terkait dengan materi belajar. Pada saat-saat tertentu, ajak siswa belajar diluar kelas, seperti di taman, di lapangan dan lain sebagainya.

b.        Jelaskan karakteristik bidang studi secara lengkap!
Jawab :
Yang dimaksud dengan karakteristik bidang studi adalah aspek-aspek suatu bidang studi yang dapat memberikan landasan yang berguna sekali dalam mempreskrepsikan strategi pembelajaran. Karakteristik bidang studi ini dapat diacukan pada dua hal: struktur bidang studi dan tipe isi bidang studi. Berikut ini adalah deskripsi tentang kedua hal tersebut :
1.          Struktur Bidang Studi
Struktur bidang studi mengacu kepada hubungan-hubungan di antara bagian-bagian bidang studi tersebut. Struktur ini penting sekali bagi pemilihan dan pengembangan strategi pengorganisasian pembelajaran yang optimal, yaitu yang berkaitan dengan pemilihan, penataan urutan, pembuatan rangkuman, dan sintesis bagian-bagian bidang studi yang terkait. Secara umum, struktur bidang studi dapat diklasifikasikan menjadi tiga:
1.     Struktur orientasi
2.     Struktur pendukung/pelengkap
3.     Struktur ganda.
Struktur orientasi adalah suatu struktur yang amat inklusif, yang di dalamnya tercakup semua atau sebagian besar dari isi bidang studi yang akan diajarkan. Fungsinya adalah memperkenalkan semua bagian bidang studi yang penting, yang nantinya dapat dijadikan kerangka untuk mengaitkan bagian-bagian isi yang lebih rinci. Struktur ini sejalan dengan tujuan umum orientasi.
Karena struktur orientasi mencakup semua atau sebagian isi bidang studi maka struktur ini bisa berupa struktur konseptual, struktur prosedural atau struktur teoritik.
(a) Struktur konseptual adalah struktur yang menunjukkan hubungan lebih tinggi/setingkat/lebih rendah di antara konsep-konsep yang diajarkan. Ada tiga tipe penting dari struktur konseptual ini, yaitu: taksonomi bagian, taksonomi jenis, dan matriks atau tabel.
 (b) Struktur prosedural adalah struktur yang menunjukkan hubungan lebih prosedural di antara bagian-bagian bidang studi. Struktur ini memuat isi bidang studi untuk mencapai tujuan orientasi prosedural.
(c)  Struktur teoritik adalah struktur yang menunjukkan rangkaian hubungan kausal di antara konsep-konsep atau prinsip-prinsip.
Struktur pendukung adalah suatu struktur yang tidak inklusif jika dibandingkan dengan struktur orientasi. Struktur ini dapat berisi fakta, konsep, prosedur atau prinsip yang dimasukkan dalam struktur orientasi. Karena itu struktur ini bisa berupa struktur konseptual, prosedural, teoritik, maupun struktur belajar. Yang dimaksud terakhir, struktur belajar adalah suatu struktur yang menunjukkan hubungan prasyarat belajar di antara fakta, konsep dan prinsip. Struktur belajar di sini sepadan dengan hirarkhi belajar.
Sedangkan struktur ganda adalah suatu struktur yang menunjukkan kaitan di antara struktur-struktur suatu bidang studi. Struktur ini akan melibatkan struktur orientasi dan struktur pendukung. Oleh karena itu, struktur ini akan memasukkan hampir semua isi bidang studi yang penting mulai dari fakta, konsep, prosedur, sampai prinsip.
2.   Tipe Isi Bidang Studi
Reigeluth dan Merril (1979) menganalisis isi bidang studi menjadi empat tipe, yang disebutnya sebagai konstruk isi bidang studi, yaitu: fakta, konsep, prinsip, dan prosedur.
(a) Fakta adalah asosiasi satu-ke-satu antara objek, peristiwa atau simbol yang ada, atau mungkin ada, di dalam lingkungan rill atau imajinasi. Misalnya, Jakarta ibukota Indonesia;
(b) Konsep adalah sekelompok objek, peristiwa atau simbol yang memiliki karakteristik umum yang sama dan yang diidentifikasi dengan nama yang sama, umpamanya konsep hewan;
(c) Prinsip adalah hubungan sebab-akibat antara konsep-konsep. Umpamanya prinsip penawaran dan permintaan dalam ekonomi;
(d) Prosedur adalah urutan langkah untuk mencapai suatu tujuan, memecahkan masalah tertentu atau membuat sesuatu. Misalnya prosedur penelitian.

c.        Jelaskan karakteristik si belajar secara lengkap!
Jawab :
Yang dimaksud dengan karakteristik si belajar di sini adalah aspek-aspek atau kualitas perseorangan dari peserta didik, yang dalam hal ini adalah para pembaca buku ajar yakni siswa sekolah dalam tingkat atau jenjang tertentu.
Banyak aspek yang bisa diidentifikasi dalam diri peserta didik, yang dapat dijadikan pertimbangan dalam menyusun buku ajar tertentu. Aspek-aspek itu bisa berupa bakat . Bakat adalah potensi/kecakapan dasar yang dibawa sejak lahir. Setiap individu mempunyai bakat yang berbeda-beda. Seseorang yang berbakat musik mungkin di bidang lain ketinggalan. Seorang yang berbakat di bidang teknik tetapi di bidang olahraga lemah.
Orang tua yang berkecimpung dibidang kesenian, anaknya akan mudah mempelajari seni suara, tari dan lain-lain. Anak yang berbakat teknik akan mudah mempelajari matematika, fisika, kontruksi mesin. Anak yang berbakat olahraga mereka akan berkembang di bidang olahraga, lari, lompat, lempar lembing, sepak bola, volly, dan lain-lain.
Jadi seseorang akan mudah mempelajari sesuai dengan bakatnya. Apabila seseorang anak harus mempelajari bahan yang lain dari bakatnya ia akan cepat bosan, mudah putus asa, tidak senang.
Motivasi belajar, motivasi sebagai faktor inner (batin) berfungsi menimbulkan, mendasari, mengarahkan perbuatan belajar. Motivasi dapat menentukan baik tidaknya dalam mencapai tujuan sehingga semakin besar kesuksesan belajarnya. Seseorang yang besar motivasinya akan giat berusaha, tampak gigih tidak mau menyerah, giat membaca buku-buku untuk meningkatkan prestasinya untuk memecahkan masalahnya. Sebaliknya mereka yang motivasinya lemah, tampak acuh tak acuh, mudah putus asa, perhatiannya tidak tertuju pada pelajaran, suka mengganggu kelas, sering meninggalkan pelajaran akibatnya banyak mengalami kesulitan belajar.
 Minat,belajar yang tidak ada minatnya mungkin tidak sesuai dengan bakatnya, tidak sesuai dengan kebutuhannya, tidak sesuai dengan kecakapan, tidak sesuai dengan tipe-tipe khusus anak banyak menimbulkan problema pada dirinya. Dan kemampuan awal (hasil belajar) yang telah dimiliki oleh peserta didik. Karakteristik ini tentunya amat terkait dengan latar belakang psikologis, sosiologis dan antropologis peserta didik diantaranya terkait dengan pola asuh orang tua dan lingkungan belajarnya. Konteks keindonesiaan yang majemuk dan multikultural juga memiliki pengaruh tersendiri dan perlu dipertimbangkan secara arif. Dari itu pembahasan ini akan luas sekali, karennya di sini hanya membatasi pada kemampuan awal peserta didik semata.
Ada tujuh jenis kemampuan awal yang dapat dipakai untuk memudahkan perolehan, pengorganisasian, dan pengungkapan kembali pengetahuan baru. Ketujuh jenis kemampuan awal ini adalah:
1.     Pengetahuan bermakna tak terorganisasi (arbitrarily meaningful knowledge), sebagai tempat mengaitkan pengetahuan hapalan (yang tidak bermakna) untuk memudahkan retensi.
2.     Pengetahuan analogis (analogic knowledge), yang mengaitkan pengetahuan baru dengan pengetahuan lain yang amat serupa, yang berada di luar isi yang sedang dibicarakan.
3.     Pengetahuan tingkat yang lebih tinggi (supordinate knowledge), yang dapat  berfungsi sebagai kerangka cantolan bagi pengetahuan baru.
4.     Pengetahuan setingkat (coordinate knowledge) yang dapat memenuhi fungsinya sebagai asosiatif dan atau komparatif.
5.     Pengetahuan tingkat yang lebih rendah (subordinate knowledge), yang berfungsi untuk mengkonkritkan pengetahuan baru atau juga penyediaan contoh-contoh.
6.     Pengetahuan pengalaman (experiental knowledge), yang memiliki fungsi sama dengan pengetahuan tingkat yang lebih rendah.
7.     Strategi kognitif (cognitive strategy), yang menyediakan cara-cara mengolah pengetahuan baru, mulai dari penyandian, penyimpanan, sampai pada pengungkapan kembali pengetahuan yang telah tersimpan dalam ingatan.
Ketujuh jenis kemampuan awal ini dapat diklasifikasi menjadi tiga, yaitu kemampuan-kemampuan yang berkaitan dengan :
1.      Pengetahuan yang akan diajarkan.
2.      Pengetahuan yang berada di luar pengetahuan yang akan dibicarakan.
3.      Pengetahuan mengenai keterampilan generic (generic skill).
Bila dilihat dari tingkat penguasaannya, pengetahuan awal bisa diklasifikasi menjadi tiga, yaitu:
1.      Kemampuan awal siap pakai.
2.      Pengetahuan awal siap ulang.
3.      Pengetahuan awal pengenalan.
3.     Active Learning merupakan salah satu model pembelajaran.
a.        Jelaskan apa yang dimaksud dengan pembelajaran active learning!
Jawab :
Pembelajaran aktif atau active learning adalah segala bentuk pembelajaran yang memungkinkan siswa berperan secara aktif dalam proses pembelajaran itu sendiri baik dalam bentuk interaksi antar siswa maupun siswa dengan pengajar dalam proses pembelajaran tersebut.
Secara umum suatu proses pembelajaran aktif memungkinkan diperolehnya beberapa hal. Pertama, interaksi yang timbul selama proses pembelajaran akan menimbulkan positif interdependence dimana konsolidasi pengetahuan yang dipelajari hanya dapat diperoleh secara bersama-sama melalui eksplorasi aktif dalam belajar. Kedua, setiap individu harus terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan pengajar harus dapat mendapatkan penilaian untuk setiap siswa sehingga terdapat individual accountability. Ketiga, proses pembelajaran aktif ini agar dapat berjalan dengan efektif diperlukan tingkat kerjasama yang tinggi sehingga akan memupuk social skills. Dengan demikian kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan sehingga penguasaan materi juga meningkat.

b.        Jelaskan langkah-langkah model active learning!
Jawab :
A. Critical Incident ( Pengalman Penting )
Langkah-langkah :
1.     Sampaikan pada anak didik topik materi pertemuan.
2.     Beri kesempatan pada mereka mengingat pengalaman yang berkaitan dengan materi yang ada.
3.     Tanyakan pada mereka pengalaman tak terlupakan itu.
4.     Sampaikan materi dengan mengait-ngaitkan materi dengan pengalaman anak didik.
Catatan :
a.      Dapat berguna maksimal pada mata pelajaran yang bersifat praktis.
b.     Pengajar dapat memulai pelajaran dari jawaban-jawaban anak didik.

B. Prediction Guide ( Tebak Pelajaran )
Langkah-langkah :
1.        Tentukan topik.
2.        Bagi peserta dalam kelompok-kelompok kecil.
3.        Pengajar meminta peserta didik menebak apa yang akan mereka dapatkan dalam pelajaran ini.
4.        Peserta diminta membuat perkiraan-perkiraan itu dalam kelompok kecil.
5.        Sampaikan materi secara interaktif.
6.        Selama proses belajar peserta didik diminta untuk mengidentifikasi prediksi mereka yang sesuai dengan materi.
7.        Pada akhir pelajaran tanyakan berapa prediksi mereka yang sesuai.
Catatan :
a.        Diterapkan hampir disemua mata pelajaran yang bersifat aplikatif.
b.        Kelas akan menarik karena akan ada kompetisi dalam memprediksi.
C.  Teks Acak
Langkah-langkah :
1.     Pilih bacaan yang akan disampaikan.
2.     Potong bahan bacaan menjadi beberapa bagian perkata/perkalimat.
3.     Bagi peserta dalam kelompok kecil.
4.     Beri tiap kelompok satu bacaan utuh yang sudah dipotong-potong
5.     Tugas peserta didik menyusun bacaan sehingga dapat dibaca secara urut.
6.     Pelajari teks bacaan dengan peserta didik dengan cara yang dikehendaki.
Catatan :
a.      Dapat dilakukan pada materi Bahasa Inggris dan materi berdasarkan pemahaman membaca.
b.     Jika dianggap sulit, pemotongan dapat dilakukan lebih sedikit. Jika terlalu mudah pemotongannya ditambah.
D.  Reading Guide ( Panduan Membaca )
Langkah-Langkah :
1.     Tentukan pelajaran.
2.     Buat pertanyaan-pertanyaan atau kisi-kisi dan skema yang akan dijawab siswa dari bahan bacaan.
3.     Bagikan bahan bacaan dengan kisi-kisinya.
4.     Peserta didik mempelajari bahan bacaan dengan menggunakan kisi-kisi atau pertanyaan yang ada. Dan batasi waktunya.
5.     Bahas kisi-kisi tersebut dengan menyakan jawabannya.
6.     Di akhir pelajaran beri ulasan secukupnya.
E. Group Resume ( Resume Kelompok )
Langkah-langkah :
1.     Bagi siswa dalam kelompok kecil 3-6 anggota.
2.     Terangkan bahwa kelas akan dipenuhi dengan oleh individu-individu yang berbakat dan berpengalaman.
3.     Sarankan bahwa salah satu cara menunjukan kelebihan mereka dengan membuat resume kelompok.
4.     Bagikan kertas untuk membuat resume. Resume harus mencakup identitas kelompok. Contoh : Nama kelompok, sekolah atau kursus yang pernah dimasuki, pengalaman kerja, posisi dalam organisasi,keterampilan, hobi, bakat.
5.     Minta tiap kelompok untuk mempresentasikan resume mereka dan catat potensi yang ada pada mereka.
Catatan :
a.      Kegiatan ini efektif jika resume itu berkaitan dengan materi yang sedang diajarkan.
b.     Untuk memperlancar proses, bagikan garis-garis besar yang dapat diisi oleh siswa ( terutama menyangkut identitas kelompok ).
c.      Berguna untuk mengenal potensi yang terdapat dalam kelas.
F.  Question Student Have ( Pertanyaan Dari Siswa )
Langkah-langkah :
1.     Bagikan potongan-potongan kertas ( ukuran kartu pos ).
2.     Minta tiap peserta didik menuliskan satu pertanyaan yang berkaitan dengan materi tanpa menulis nama.
3.     Setelah itu minta untuk memberikanya pada teman yang disamping kirinya dan menggilirnya hingga setiap siswa dapat membaca semua daftar pertanyaan dari teman-temanya.
4.     Ketika menerima, apabila ada pertanyaan yang dapat dijawab maka harus memberikan tanda centang (√) jika tidak berikan langsung kepada teman disampingnya.
5.     Ketika kertas kembali pada pemiliknya, siswa disuruh mencari pertanyaan yang mendapat centang paling banyak.
6.     Beri respon kepada pertanyaan tersebut dengan : a. Jawaban langsung dan singkat b. menunda pertanyaan itu sampai waktu yang tepat membahas topik tersebut c. menjelaskan bahwa pelajaran tidak sampai pada topik tersebut.
7.     Jika waktu cukup minta beberapa orang peserta didik untuk membacakan pertanyaan yang dia tulis walaupun tidak mendapatkan centang.
8.     Kumpulkan semua kertas.
Catatan :
a.      Jika kelas terlalu besar bentuk kelompok-kelompok kecil.
b.     Daripada menuliskan pertanyaan minta pada siswa menuliskan harapan atau perhatian mereka terhadap pelajaran.
G.  Active Knowledge Sharing ( Saling Tukar Pengetahuan )
Langkah-langkah :
1.     Buat pertanyaan berkaitan materi, dapat berupa : a. Definisi b. Multiple Choice c. Identifikasi seseorang d. Sikap atau tindakan e. Melengkapi dll.
2.     Minta semua peserta didik untuk berkeliling mencari teman yang dapat membantu menjawab pertanyaan yang tidak diketahui atau diragukan jawabanya. Tekankan untuk saling membantu.
3.     Minta peserta didik untuk kembali ke bangku dan periksa jawaban mereka. Jawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab. Gunakan jawaban yang muncul untuk mengenalkan topik di kelas.
Catatan :
a.      Merupakan strategi yang dapat membawa peserta didik siap materi dengan cepat.
b.     Digunakan untuk melihat kerjasama tim.
H.  True or False ( Benar Apa Salah )
Langkah-langkah :
1.     Buat list pernyataan yang berhubungan dengan materi, separonya benar dan separonya salah.
2.     Tulis masing-masing pernyataan pada kertas yang berbeda dan jumlah pernyataan disesuaikan dengan jumlah peserta didik.
3.     Beri tiap siswa satu kertas dan suruh identifikasi ini benar apa salah. Dan siswa bebas menggunakan cara apa saja untuk menentukan jawaban ( diskusi, mencari dibuku dll ).
4.     Jika proses ini selesai, bacalah masing-masing pernyataan dan minta jawaban benar atau salah.
5.     Beri masukan untuk tiap jawaban.
6.     Tekankan bahwa kerjasama tim yang positif akan sangat membantu kelas.
Catatan :
a.      Strategi ini menumbuhkan kerjasama tim, berbagi pengetahuan dan belajar secara langsung.
b.     Merupakan aktifitas kolaborasi yang dapat membawa siswa untuk terlibat dalam mata pelajaran secara langsung.
I.      Benar Salah Berantai
Langkah-langkah :
1.     Tentukan topik dan bahan bacaan.
2.     Buat beberapa pernyataan tentang teks bacaan yang mengandung unsur benar atau salah.
3.     Pernyataan dikelompokan dan diberi nama A,B,C,D,……dengan demikian jika A berisi 3 pernyataan maka B,C begitu juga.
4.     Bagi peserta didik sesuai dengan jumlah kelompok pernyataan usahakan 3-4 orang.
5.     Bagikan pernyataan pada tiap kelompok.
6.     Suruh tiap kelompok menentukan jawaban tersebut benar atau salah. Catatan kertas tidak boleh ditandai.
7.     Kemudian kertas diputar sehingga mereka mendapat pernyataan yang baru lagi dan suruh identifikasi. Lakukan berualang hingga tiap kelompok mendapatkan semua kelompok pernyataan.
8.     Guru melakukan klarifikasi dengan membaca pernyataan-pernyataan yang ada. Setiap kelompok ditanya jawaban mereka dan dibandingkan dengan jawaban kelompok yang lain.
9.     Lakukan hingga waktu selesai.
Catatan :
a.      Strategi ini mendorong kerjasama dalam kelompok.
b.     Memungkinkan peserta didik mendapat materi yang banyak dalam sekali belajar.
c.      Materi yang bahan bacaannya dimiliki peserta didik sangat sangat baik diajarkan menggunakan strategi ini.
J.  Inquiring Minds Want To Know ( Bangkitakan Minat )
Langkah-langkah :
1.     Buat satu pertanyaan tentang materi pelajaran yang membangkitkan minat peserta didik untuk tahu lebih jauh dan mau mendiskusikanya dengan teman. Pertanyaan harus dibuat sekiranya diketahui oleh sebagian kecil saja. Misalnya :
a.      Pengetahuan sehari-hari (“Mengapa harga BBM melonjak?”).
b.     Bagaimana (“ Bagaimana menurut Einstein teori ledakan besar itu terjadi?”).
c.      Definisi (“Apakah tujuan pembelajaran itu ?”).
d.     Ide pokok (“Menurut anda apa yang dibahas dalam topik ini?”).
e.      Cara kerja sesuatu(“Apa yang menyebabkan konsep map dapat dipahami orang lain?”).
f.      Produk / hasil (“Menurut anda apa yang akan dihasilakan oleh pelatihan ini?”).
g.     Solusi (“Apa jalan keluarnya jika tidak mampu bersekolah tapi ingin tetap mendapat pengetahuan?”).
2.     Anjurkan peserta didik menjawab sesuai dengan dugaan mereka. Gunakan kata-kata “ Coba pikirkan,apa kira-kira” dll.
3.     Tampung semua dugaan tanpa memberi jawaban secara langsung.
4.     Gunakan pertanyaan tersebut sebagai jembatan mengajarkan topik pelajaran.
Catatan :
a.      Strategi yang membangkitkan keingintahuan pada kelas yang biasanya diam jika disuruh menjawab pertanyaan.
K. Listening Teams ( Tim Pendengar )
Langkah-langkah :
1.        Bagi kelompok menjadi 4 yaitu penanya, pendukung, penentang dan pemberi contoh. Penanya (Membuat pertanyaan minimal dua berkaian dengan materi yang baru disampaikan), Pendukung (Bertugas mencari ide-ide yang disetujui atau dipandang berguna bagi materi kuliah yang baru saja disampaikan dengan memberi alasan kenapa, Penentang (Bertugas mencari ide-ide yang tidak disetujui atau dipandang tidak berguna dari materi kuliah yang baru diajarkan dengan memberi alasan kenapa), Pemberi contoh (Memberi contoh spesifik dari materi).
2.        Sampaikan materi ajar dengan metode ceramah. Setelah selesai beri kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk menyampaikan hasil dari tugas mereka.
3.        Minta masing-masing kelompok untuk menyampaikan hasil dari tugas mereka.
Catatan :
a.      Strategi ini membantu peserta didik tetap konsentrasi pada pelajaran yang menggunakan metode ceramah.
b.     Berguna untuk melatih tugas dan tanggung jawab pada kelompok.
L.  Guided Note Taking ( Catatan Terbimbing )
Langkah-langkah :
1.     Beri siswa panduan berisi poin-poin utama dari materi pelajaran dengan metode ceramah.
2.     Kosongkan sebagian dari poin-poin yang dianggap penting sehingga terdapat ruang-ruang kosong.
3.     Pengosongan dapat berupa : a. Definisi dari suatu istilah b. Pernyataan-pernyataan penting c. Kata kunci dari paragraf.
4.     Bagikan Handout yang telah dibuat. Jelaskan pengosongan itu disengaja dan minta mereka untuk konsentrasi untuk mengisi bahan yang kosong tersebut.
5.     Setelah menyampaikan materi, minta siswa membacakan hasil catatanya.
6.     Berikan klarifikasi.
Catatan :
a.      Ada banyak pola yang dapat digunakan salah satunya adalah titik-titik.
M.  Synergetic Teaching (Pengajaran Sinergis)
Langkah-langkah :
1.     Bagi kelas menjadi 2 kelompok.
2.     Pindahkan kelompok 1 ke kelas lain atau tempat lain yang tidak bisa mendengar kuliah anda untuk memahami bahan bacaan pelajaran.
3.     Pada waktu yang sama sampaikan materi tersebut kepada kelompok kedua dengan strategi ceramah.
4.     Minta peserta didik mencari pasangan kawan dari kelompok yang berbeda.
5.     Keduanya diminta menggabungkan hasil belajar yang mereka peroleh.
Catatan :
a.      Strategi ini memberikan kesempatan pada siswa untuk saling berbagi hasil belajar dengan cara yang berbeda.
N.  Guided Teaching (Panduan Mengajar)
Langkah-langkah :
1.     Berikan pertanyaan pada siswa untuk mengukur kemampuan berpikir yang mereka miliki. Gunakan pertanyaan yang memungkinkan mempunyai beberapa jawaban.
2.     Berikan waktu beberapa menit untuk memikirkan jawaban. Anjurkan untuk berdua atau berkelompok.
3.     Minta peserta didik menyampaikan jawaban dan catat jawabannya. Jika memungkinkan catat jawaban mereka di papan tulis dengan mengelompokan jawaban mereka dalam kategori-kategori yang nantinya akan disampaikan.
4.     Sampaikan poin-poin utama dari materi anda dengan ceramah yang interaktif.
5.     Minta peserta didik untuk membandingkan jawaban mereka dengan poin-poin yang anda sampaikan.
O.   Active Debate (Debat Aktif)
Langkah-langkah :
1.     Kembangkan sebuah pertayaan yang controversial berkaitan dengan materi pelajaran. Contoh : “ Bukan suatu keharusan berdirinya Negara Islam “.
2.     Bagi kelas menjadi 2 kelompok yang pro dan kontra.
3.     Buat 2-4 sub kelompok dalam kelompok tersebut. Setiap sub kelompok berdiskusi mengembangkan argument yang dapat mendukung posisi masing-masing. Di akhir diskusi tiap sub kelompok memilih juru bicara.
4.     Siapkan 2-4 kursi (bergantung jumlah sub kelompok)untuk setiap grup yang pro dan kontra. Dan anggota grup duduk dibelakang mereka masing-masing. Argumen pembuka dimulai dengan para juru bicara mempresentasikan pandangan mereka.
5.     Setelah mendengarkan argumen pembuka hentikan debat dan kembali ke sub kelompok. Setiap sub kelompok mempersiapkan argumen mengkaunter argumen pembuka dari kelompok lawan. Setiap sub kelompok memilih juru bicara (usahakan yang baru).
6.     Lanjutkan kembali debat. Juru bicara memberikan kaunter argument. Ketika debat, peserta yang lain didorong untuk memberikan catatan berisi usulan argument atau bantahan. Minta mereka bersorak / tepuk tangan untuk masing-masing argument.
7.     Akhiri debat pada saat yang tepat. Tidak perlu menentukan kelompok mana yang menang. Buat kelas melingkar dan pastikan kelompok pro dan kontra saling duduk berdampingan. Diskusikan apa yang peserta didik pelajari dari pengalaman debat tersebut.
Catatan :
a.      Dapat divariasi dengan menembah satu kursi kosong untuk juru bicara. Biarkan peserta didik mengisi kursi itu kapanpun mereka mau.
b.     Juru bicara dapat diganti secara berulang-ulang.
P.  Point-Counterpoint (Debat Pendapat)
Langkah-langkah :
1.     Pilih isu-isu yang mempunyai banyak perspektif.
2.     Bagi siswa dalam kelompok sesuai dengan jumlah isu perspektif.
3.     Minta masing-masing kelompok menyiapkan argument sesuai kelompok yang diwakili. Pisahlah tempat duduk masing-masing kelompok.
4.     Kumpulkan kembali semua peserta didik dan perintahkan mereka untuk duduk berdekatan dengan teman-teman satu kelompok.
5.     Mulai debat dengan mempersilahkan kelompok mana saja untuk memulai.
6.     Mintalah tanggapan atau bantahan dari kelompok lain.
7.     Lanjutkan proses sampai waktu yang diinginkan.
8.     Rangkum debat dengan menggaris bawahi atau mencari titik temu dari argumen-argumen yang muncul
Catatan :
a.      Sesuai untuk melibatkan siswa dalm mendiskusikan isu-isu komplek secara mendalam.
        Q.   Reading Aloud (Membaca Keras)
Langkah-langkah :
1.        Pilih satu teks yang menarik untuk dibaca keras dan usahakan tidak terlalu panjang.
2.        Berikan kopian pada peserta didik. Beri tanda poin-poin menarik yang akan didiskusikan.
3.        Bagi teks dengan paragraf atau yang lain.
4.        Undang beberapa peserta didik untuk membaca bagian-bagian teks yang berbeda.
5.        Ketika bacaan berlangsung berhentilah pada beberapa tempat untuk menekankan arti penting poin-poin tertentu untuk bertanya atau memberi contoh. Beri siswa waktu untuk berdiskusi jika mereka menunjukan ketertarikan terhadap poin-poin tersebut.
6.        Akhiri proses dengan bertanya pada peserta didik apa yang ada dalam teks.
R.    Learning Starts With a Question (Pelajaran Dimulai Dengan Pertanyaan)
Langkah-langkah :
1.     Pilih bahan bacaan lalu bagikan.
2.     Minta siswa mempelajarinya sendiri atau dengan teman.
3.     Minta siswa memberi tanda pada bagian bacaan yang sulit dipahami. Anjurkan untuk memberi tanda sebanyak mungkin. Minta mereka membahas poin-poin yang tidak diketahui yang ditandai dalam kelompok kecil.
4.     Di dalam kelompok kecil minta siswa menuliskan pertanyaan tentang materi yang mereka baca.
5.     Kumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang telah ditulis peserta didik.
6.     Sampaikan pelajaran dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Catatan :
a.      Strategi ini dapat menggugah peserta didik untuk mencapai kunci belajar yaitu bertanya.
S.   Information Search (Mencari Info)
Langkah-langkah :
1.     Buat beberapa pertanyaan yang dapat dijawab dengan mencari informasi dalam bahan bacaan. Bentuk bahan bacaan : handout, dokumen, buku teks, informasi dari internet,  perangkat keras dll.
2.     Bagikan pertanyaan-pertanyaan tersebut kepada peserta didik.
3.     Minta siswa menjawab individual atau kelompok. Kompetisi dapat diadakan untuk meningkatkan partisipasi.
4.     Beri komentar atas jawaban yang diberikan siswa. Kembangkan untuk memperluas pembelajaran.
Catatan :
a.      Buat pertanyaan yang mendorong peserta didik untuk menyimpulkan informasi yang tersedia.
b.     Dapat juga dengan memberi tugas pemecahan masalah dimana peserta didik harus menyimpulkan poin-poin penting dari bacaan.
T.   Card Sort (Sortir Kartu)
Langkah-langkah :
1.     Beri peserta didik potongan kertas yang berisi informasi atau contoh yang tercakup dalam satu atau lebih kategori. Contoh : karakteristik hadist Shahih, Nouns,adveb, preposition, ajaran Mu’tazilah dll.
2.     Mintalah peserta didik untuk bergerak dan berkeliling di dalam kelas untuk menemukan kartu dengan kategori yang sama.
3.     Siswa dengan kategori yang sama diminta mempresentasikan kategori masing-masing di depan kelas.
4.     Seiring dengan presentasi berikan poin-poin penting terkait materi pelajaran.
Catatan :
a.      Minta tiap kelompok menjelaskan tentang kategori yang mereka selesaikan.
U.   The Power of Two (Kekuatan Dua Kepala)
Langkah-Langkah :
1.     Ajukan satu atau lebih pertanyaan yang menuntut perenungan dan pemikiran.
2.     Peserta didik diminta menjawab pertanyaan secara individual.
3.     Setelah mereka menjawab, minta mereka berpasangan dan bertukar jawaban satu sama lain dan membahasnya.
4.     Mintalah pasangan-pasangan membuat jawaban sekaligus memperbaiki jawaban individual mereka.
5.     Ketika tiap pasangan telah menulis jawaban bandingakan dengan tiap-tiap pasangan di dalam kelas.
Catatan :
a.      Mintalah keseluruhan kelas untuk memilih jawaban terbaik untuk tiap pertanyaan.
b.     Untuk mempersingkat waktu, berikan pertanyaan spesifik kepada pasangan-pasangan tertentu dari pada memberikan pertanyaan yang sama untuk semua orang.
V.   Team Quiz (Quiz Kelompok)
Langkah-langkah :
1.     Pilih topik dalam tiga segmen.
2.     Bagi peserta didik menjadi tiga kelompok A,B,C.
3.     Sampaikan pada siswa format pembelajaran dan mulai presentasi maksimal 10 menit.
4.     Setelah itu minta kelompok A untuk menyiapkan pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan materi yang disampaikan. B dan C menggunakan waktu untuk melihat catatan lagi.
5.     Minta kelompok A memberi pertanyaan pada kelompok B jika tidak sanggup lemparkan ke kelompok C.
6.     Kelompok A memberi pertanyaan pada kelompok C jika tidak sanggup lemparkan ke kelompok B.
7.     Jika tanya jawab selesai. Lanjutkan perkuliahan kedua. Tunjuk kelompok B untuk menjadi kelompok penanya. Lakukan seperti proses untuk kelompok A.
8.     Setelah kelompok B selesai dengan pertanyaannya, lanjutkan perkuliahan ketiga, dan kemudian tunjuk kelompok C sebagai penanya.
9.     Akhiri perkuliahan dengan memberikan kesimpulan tanya jawab.
W.   Jigsaw Learning (Belajar Model Jigsaw)
Langkah-langkah :
1.        Pilih materi lalu bagi dalam beberapa segmen.
2.        Bagi peserta didik sesuai dengan segmen yang ada.
3.        Setiap kelompok mendapat tugas membaca dan memahami materi yang berbeda.
4.        Tiap anggota mengirim anggotanya ke kelompok lain untuk menyampaikan apa yang telah mereka pelajari di kelmpok.
5.        Kembalikan suasana kelas seperti semula kemudian tanyakan persoalan yang tak terpecahkan dalam kelompok.
6.        Beri pertanyaan pada peserta didik untuk mengecek pemahaman.
Catatan :
a.        Menarik jika digunakan pada materi yang dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan tidak mngharuskan urutan penyampaian.
b.        Kelebihan strategi ini dapat melibatkan seluruh peserta didik dan sekaligus mengajarkan pada orang lain.
X.    Everyone Is Teacher Here (Semua Bisa Jadi Guru)
Langkah-langkah :
1.     Bagikan secarik kertas / index kepada seluruh siswa. Minta mereka menuliskan pertanyaan tentang materi pelajaran.
2.     Kumpulkan kertas, acak kemudaian bagikan kepada setiap peserta didik. Minta mereka membaca dalam hati lalu memikirkan jawabanya.
3.     Minta peserta didik secara sukarela untuk membacakan pertanyaan tersebut dan menjawabnya.
4.     Setelah jawaban diberikan, mintalah peserta didik lainya untuk menambahkan.
5.     Lanjutkan dengan sukarelawan berikutnya.
Catatan :
a.      Minta peserta didik untuk menuliskan dalam kertas pendapat dan hasil pengamatan mereka tentang materi pelajaran yang diberikan.
Y.   Index Card Match (Mencari Pasangan)
Langkah-langkah :
1.     Buatlah potongan-potongan kertas sejumlah peserta didik yang ada dalam kelas.
2.     Bagi jumlah kertas-kertas tersebut menjadi 2 bagian yang sama.
3.     Tulislah pertanyaan tentang materi yang diberikan sebelumnya pada setengah bagian kertas yang telah disiapkan. Setiap kertas berisi satu pertanyaan.
4.     Separo kertas yang lain, tulis jawabanya.
5.     Kocoklah semua kertas sehingga tercampur antara soal dan jawaban.
6.     Beri tiap siswa satu kertas. Jelaskan bahwa ini adalah aktifitas berpasangan. Minta peserta mencari pasangan mereka berdasarkan kartu tadi yang berisi pertanyaan dan jawaban. Terangkan juga agar mereka memberitahukan materi yang mereka dapatkan kepada teman yang lainya.
7.     Setelah semua peserta didik menemukan pasangan derketan, minta setiap pasangan secara bergantian membaca soal secara keras yang lalu dijawab oleh pasangannya.
8.     Akhiri dengan klarifikasi atau kesimpulan.
Z.   Modelling The Way ( Membuat Contoh Praktek )
Langkah-langkah :
1.     Setelah pembelajaran satu topik tertentu, identifikasi beberapa suatu situasi umum dimana peserta didik dituntut untuk menggunakan keterampilan yang baru dibahas.
2.     Bagi kelas ke dalam beberapa kelompok kecil menurut jumlah peserta didik yang diperlukan untuk demonstrasi.
3.     Beri waktu 10-15 menit untuk menciptakan scenario.
4.     Beri waktu 5-7 menit untuk berlatih.
5.     Secara bergiliran tiap kelompok mendemonstrasikan scenario masing-masing. Beri kesempatan untuk memberikan feedback pada setiap demonstrasi yang dilakukan.

c.        Buatlah aplikasi pembelajaran active learning berbentuk RPP secara lengkap!
Jawab :
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Status Pendidikan       : SD.......
Kelas/ Semester          : II / 2
Mata Pelajaran           : Ilmu Pengetahuan Alam
Standar Kompetensi    : Mengenal bagian-bagian utama tubuh hewan dan tumbuhan, pertumbuhan hewan dan tumbuhan, serta berbagai tempat hidup makhluk hidup.
Kompetensi Dasar           :  1. Menyebutkan bagian-bagian utama tubuh hewan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

Labels

followers